Aku segera berdiri untuk pamitan, namun tiba-tiba tangan kanannya meraih daguku dan mendaratkan ciuman ke bibirku.“Mmmhhhh…” tenagaku langsung hilang. Bokep Jilbab/Hijab tentu aku akan sangat bahagia sekali kalau kamu mau nemenin aku malam ini.”“Nemenin apa nenenin?” aku meledek.“Hahaha…” dia tertawa. Haruskah kutarik tanganku dari atas meja?Melihat aku diam saja dan tidak berusaha menarik tanganku, dia lanjut bertanya “Kamu gak takut sama aku kan?”Sesaat, aku menarik napas untuk mengumpulkan keberanianku agar bisa menjawab pertanyaannya.“Takut lah…” Aku memelankan suaraku. Aaahhh.. Sudah beberapa kali aku ‘ditembak’ cowok, namun baru kali ini aku dipaksa menerimanya. Dan tanganku masih di atas meja, ada dalam genggaman tangannya. Aku memandang ke sekeliling, semua orang menatapku yang hampir tertabrak.




















