Dokter Rani mengambil kain putih dan menutup mata Rudy,
“Kenapa mata saya ditutup, Bu?”
“Kalau tidak ditutup konsentrasi kamu terbagi-bagi, Kalau ditutupkan konsentrasi kamu bisa terfokus hanya pada rasa sakit atau tidak di titit kamu!” terang Bu Rani yang suaranya terdengar semakin parau. “Enak, Bu dokter” jawab Rudy polos. Bokep Hot Asistennya pun Cuma mengangguk, Dokter Rani secepatnya balik dan meneruskan terapinya, Rudy yang polos hanya pasrah saat dokter Rani mengocok senjatanya agak keras dan cepat. “Rud, sepertinya kamu sudah sembuh total!”
“Baiklah, Bu dokter, kalau perlu di cek lagi saya bersedia, Bu!” kata Rudy tersenyum sambil meninggalkan dokter Rani yang bengong. “Sakit, jahitannya Rud?” Tanya dokter Rani, sementara nafasnya semakin memburu dikuasai nafsu.




















