Setelah itu Amida buru-buru menarik tangannya sambil tersenyum dan lari menuju rumahnya. Dan saya sembari memijit tangan kanannya.“Uh, enak banget Mas” desah Amida sambil menikmati pijitan qu.saya pun semakin berani memijat -mijat dari tangan pindah ke pundak, dari pundak pindah ke bagian lehernya. Bokeb Amida terlihat memejamkan mata. saya mendekat dan meraih mukanya dengan kedua tangan qu kemudian tanpa kata-kata saya segera menyosor bibirnya yang tipis seksi itu.“Emmm…Mhhhh…SHhhhh……..”lalu segera saya mencoba membuka pakaian seragam OSIS nya. “Iya, sedikit kok mas…” jawabnya
“Apanya yang capek?” tanyaqu. Berasa debaran hatiku jadi deg-deg an dan otak mesum q bereaksi seketika dengan cepat. Buseet… Indah sekali bentuk tubuhnya. Lalu Amida mencubit paha qu. Lalu Amida masih terdiam. Tapi saya terus mencium sebisa qu.“Amida… mas boleh pegang ini enggak?” tanyaku sambil meraba teteknya.




















