Amboi hatiku deg-degan badanku agak demam karena membayangkan apa yang akan terjadi. “Lho, lalu”, kataku. Bokep Mama “Kamu nakal ya”, ujarnya sambil mencubit burungku.Aku tak bisa mengelak karena kedua tanganku memegang stir mobil. “Besok ya Mas”. Dalam perjalan itu ruitsleting celanaku dibukanya dan dengan sigap dikeluarkannya rudalku, tanpa canggung diselusupkan kepalanya diantara stir dan perutku, dihisap dan dijilatnya.“Aah, gila kamu”, kataku. “Besok kita nggak usah nonton, tapi langsung ke tempat nikmat.., aku kangen Maas”, sambil berlalu. “Besok kita nggak usah nonton, tapi langsung ke tempat nikmat.., aku kangen Maas”, sambil berlalu. Kesempatan itu datang waktu dia bilang dia mau mengundurkan diri, aku tawarkan..“Kita rayakan perpisahan dengan jalan berdua mau nggak”.Eh, ternyata ia bersedia, lalu sepulang kantor kuajak dia nonton bioskop, aku pilih cerita film yang sepi penontonnya dan




















