tapi jangan malem-malem ya pulangnya, soalnya aku hari ini ga bawa mobil..” jawabnya.Hati ku begitu gembira mendengar jawabannya itu, akhirnya aku dapat kesempatan. Aku menurut saja, karena aku tahu Nana adalah orang yang keras dan berprinsip dan aku menghormati keputusan dia.Dikantor pun jika aku ke kantornya untuk meeting kami bertemu tapi biasa saja (tapi dia sudah tidak judes lagi padaku), walaupun dari sorot matanya aku dapat menangkap signal-signal sayang, sehingga aku lebih banyak diberikan kemudahan2 di kantornya Kebetulan waktu itu sudah mendekati jam 5:30.”Ok.. Jav Sub Indo Begitu terlepas, dia melepaskan pelukanku dan mengajakku ke kamarnya.Sambil berjalan dibelakangnya aku baru bisa memperhatikan badannya dari belakang…. Lagi sibuk yah..??” tanyaku. Aku segera memotong obat perangsang Libidomax-ku dan menuangkannya kedalam gelas dia, mungkin aku menuangkan hampir 1/2 takaran.




















