Oh.. XNXX Bokep “Girnooo”, ia melongok keluar pintu dan berteriak memanggil satpam di sekolahku. Tak lupa aku mengambil botol sisa air minum yang tadi di dalam tasku, dan membuangnya ke tong sampah.Kemudian aku kembali ke ranjang, menuntaskan tugasku melayani Urip dan Yoyok. “Sebentar bapak bapak, saya mau minum dulu ya”, kataku. Mereka masing masing memegang tangan kiri dan kananku, mengarahkanku untuk menggenggam penis mereka dan mengocoknya. Aku terbeliak, merasakan kembali sesaknya vaginaku. Namun lagi lagi seperti tadi, belum ada 3 menit, pak Edy sudah mulai menggeram, kemudian tanpa mampu menahan lagi ia menyemprotkan spermanya ke dalam liang vaginaku. Aku langsung mengerti, ini pasti ada obat perangsang yang dicampurkan dalam minuman tadi.




















