Bayar arisan. Bokep subtitle Aq duduk di tepi dipan. Sudahlah. Badannya berbalik lalu melangkah. Membuka celanaku dan bajuku lalu gantung di kapstok. Ah sial. Angin menerobos kencang hingga seseorang yg membaca tabloid menutupi wajahnya terganggu.“Mas Tut..” hah..? Jakarta yang panas membuatku kegerahan di dalam angkot. Aq dipermainkan seperti anak bayi.Selesai dipijat ia tdk meninggalkan aq. Kaki disandarkan di dinding. Tdk lama wanita itu mengetuk langit-langit mobil. Anggap saja tiap-tiap baju sama dengan jumlah kancing bajuku: Tujuh. Aq perhatikan ia sejak bangkit hingga turun. Tetapi aq masih betah di dalam angkot ini. Nafasnya tersengal. Langkahku semangat lagi. Aq tiduran sambil baca majalah yg tergeletak di rak samping tempat tidur kecil itu.




















