Akhirnya entah dari mana awalnya, aku dan Damar sdh berciuman. Bokep Family “Omi. Aku ga peduli cewek kamu.” Jawabku sedikit ketus. “Uufttt, kamu selalu begitu.” Damar manyun. Saat mereka membutuhkanku, jam berapapun, aku harus bisa menemui mereka.Sedang apapun aku, aku harus siap menemani mereka. Kebetulan ortu nya sedang tdk ada“Terma kasih udah jemput.” Kataku setiba dirumahnya. Dgn basa basi dia menanyakan keadaanku.Hmmm, kupikir ini kesempatanku untuk happy-happy. Tp di saat aku membutuhkan mereka, mereka seperti males-malesann. Damar memasukkan kembali penisnya. Kadang aku jengkel dan merasa tak adil punya teman yg egois sendiri. Tp selalu meleset. Aku ga peduli cewek kamu.” Jawabku sedikit ketus. Dan lancar. Damar memasukkan kembali penisnya. Tetap saja aku di bikin kecewa lagi.,,,,,,,,,,,,,,,,




















