“Wah… nantang ya…” pikir saya selanjutnya. Ada nada haru di suaranya. Bokep Japan Kok nggak nongol-nongol sich?” gerutu Vivi sambil cemberut. Tiba di lantai 5, saya mempercepat langkah kaki saya untuk menyusul gadis tersebut. Minggu itu selama tiga hari berturut-turut saya membelikan makanan buat mereka. Didalam hitam ada putih, didalam putih ada hitam. Saya mengulurkan tangan saya, “Saya Agus…” jawab saya memperkenalkan diri. Ada nada haru di suaranya. Kemudian Vivi meninggalkan restaurant tersebut, membawa bersamanya semangat dan jiwa saya. Lumayan juga pikir saya, tetapi dibandingkan Vivi.., masih mendingan Vivi… Jadi saya putuskan untuk tetap fokus pada Vivi.Dalam sekejap ruangan tersebut penuh dengan suara keempat cewek tersebut. Didalam kebenaran ada kesalahan, dan didalam kesalahan ada kebenaran. “Mana… mana…?” tanya Al.




















