Mau beli nasi goreng. Maaf, ya”.Sembari tersenyum aqu menjawab dgn lirih, “tak apa-apa. Bokep Montok Majalah segera kulemparkan ke atas tempat tidurnya dan aqu segera keluar dgn berkata tergagap-gagap, “Ti..ti..tak, eh, eng..ggak ngapa-ngapain, kok, Pak. Setujuu..”.Ketika Pak Martin mengambil posisi untuk duduk langsung aqu mendekat karena memang aqu senang akan kegantengannya dan kontan kawan-kawan ngatain aqu.“Alaa.., Etty, langsung deh, deket-deket, jangan mau Pak”.Pak Martin menjawab,“Ah! Yg penting bagiku sekarang adalah menikmati dulu keganasan dan keperkasaan kemaluan guru bahasa Inggrisku itu. Betapa kagetnya aqu sembari menoleh ke arahnya tetapi tampak wajahnya biasa-biasa saja. Pernah Pak Martin menawarkan padaqu untuk mengawiniku bila aqu sudah selesai kuliah nanti, tetapi aqu belum pernah menjawab.




















