“Hallo?”
Hening sesaat merasuki suasana. “Ray…” kudengar gadis itu meratap terisak dalam dekapanku. Bokep japan terbaru Berteriak-teriak protes di sisi kupingku, karena menurutnya, seandainya saja saat itu tidak ada rencana yang sudah terbentuk, ia pasti sudah melayangkan bogem mentahnya ke rahangku. “Masalah apa?” tanya Ray. “Hanya maaf?” Jay tertawa. Itulah Chie. Bahkan aku pun tidak tahu? Itu menyakitkan.Jay menunggu di ruang tamu. Huh? Dan perbincangan dengan Chie sebelumnya akan makna keperawanan membuatku semakin hanyut dalam percintaan itu. Dan karena itu pulalah aku tidak menghajarnya, walaupun itu adalah tujuanku sejak semula. Aku juga seperti dia.Seperti Jay. Tapi bukan Chie. Seharusnya aku sudah bisa menduga ketidak-harmonisan hubungan mereka ketika ayah Chie meninggal dunia.




















