Reza menggilat-geliat kegelian saat aku melepas ciuman dan mulai menjilati lehernya, ia menjambak kepalaku,Keringat yang membasahi tubuhnya dari tadi,ku jilat ku hisap, tak perduli itu kotor, Reza makin menggelinjang.“Kaaaak! Bokep Tobrut Akupun melepasakan kaos threesecond yang kukenakan, kulempar entah kemana.Reza yang sudah duduk di sofa mulai mengonani kejantananku,“Slurrp” masuklah kejantananku kemulutnya,di pegang pangkal batang kejantananku di kulumnya mulai dari lubang kencing lalu seluruh kejantananku.“Ooooh……, terus Zaaaaa,”“Heeeeeeeemph, iya begitu.”Mulai dari kepalanya hingga pangkalnya, perlahan hilang ditelan bibir Reza yang tipis manis. Boleh ga?Lama tak di bales, ‘kutelfon saja lah’ pikirku. Membuatnya terlarut dalam kenikmatan yang tiada tara. Setelah beberapa lama rombongan cabup dan cawabup meninggalkan lokasi acara kampanye.Dalam perjalanan pulang, ku sms Reza, belum dibales, 5 menit, 10 menit, 30 menit, 1 jam, sehingga Aku sudah tidak berharap balasan




















