”Maaf Pak..ini sabunnya”. ”Lah..pintunya kok sedikit terbuka. Bokep “Emm..kamu mau tak mandiin juga ?“, kepalang basah, kutawarkan permintaan seperti dia tadi. “Ouuh Paakk..“, Tina mulai mendesah. Seluruh belakang lehernya aku cium dan kecup, begitu juga dua kupingnya dan kubisikkan ”kamu diam saja ya..cup”. ”Di kamar mandi ini saja Pak..”. Itupun sudah cukup membuat matanya makin meredup. Tina sedikit menggeliat geli. Air segayung lalu kuguyurkan ke tubuhnya 2-3x. ”Bapak nggak usah mikir. Dua tangan Tina tak tahan di pinggir bak mandi dan mencengkeram paha serta pantatku. ”Biasa kok Tin..pingin ya..”, godaku. ”Waduh..tawaran apa lagi ini. Tina lalu mengambil segayung air, diguyurkan ke badan dari leher dan pundak. Dibalikkan badanku lalu mengguyur senjataku, digosok-gosoknya hingga sedikit memerah. Aku kemudian berjongkok dan mulai mengecupi vaginanya.




















