Sementara itu aku terus menerus memperhatikan si Verika. Bokep Saat itu aku kepingin tertawa, tetapi karena takut ketahuan aku memaksakan diri untuk diam. Verika meronta dan berkata,
“Udah… gua bilang… udah!” kami menghentikan segala tindakan kami dan aku berjalan menghampiri Verika. Saat itu Okky sudah berbaring di sebelah Verika, terlihat dia meraba punggung dan pundak Verika yang masih tertutup kaos. Singkat cerita, kami menyanyi atau teriak-teriak selama 5 jam, sesudah membayar (hampir 3.4 juta!) kami saling pamitan dengan perempuan masing-masing. “Emangnya loe sendiri kuat?” jawab si Verika menantang. Verika sendiri sudah membuka pahanya lebar-lebar. Aku memperhatikan garis cintanya, kemudian aku berkata,
“Kamu sangat susah mencintai seseorang dengan sungguh-sungguh, tetapi baru-baru kamu menemukan orang tersebut, sayang kalian harus berpisah…”
Aku menatap wajahnya, matanya yang besar terbelalak.




















