“Gak Len kamu seperti perempuan yang lain, kamu cantik sekali”.Kemudian kupeluk badannya yang pendek dan sintal itu. Bokep Montok Matanya berkaca tapi mengangguk. Malam-malam gini bahaya dijalan, dan coba kamu pikirkan keluargamu kalau kamu tak bekerja”.Kemudian Lena kelihatannya mau mengerti dan dia berjalan kembali ke kamarnya.Keesokan harinya dia mengerjakan pekerjaan rumah seperti biasanya, menyapu, mengepel dan lain-lain. Di usianya yang masih muda dia harus menghidupkan keluarganya dan adik-adiknya. Lena keluar pak ! aku terima handuk tersebut sembari memandangi wajah cantiknya yang basah. Selama kerja di tempatku dia diperlakukan dengan sangat baik dan telah kuanggap keluarga aku sendiri dan dia pun bekerja sangat rajin dan penuh perhatian dengan anakku.Tetapi masalah rumah tangga aku mempengaruhi nasib Lena yang sangat menggatungkan hidupnya dengan keluargaku.




















