ini bermula pada waktu itu aku lagi kuliah di semester VI di salah satu PTS di Bandung. Mungkin karena baru pertama kali hanya dengan waktu 7 menit Emma…“Aakh… ushh… usssh… ahhhkk… aku mau keluar Ian”, katanya. Bokeb “Aku bersedia kok”, kataku lagi dengan sedikit agak cuek sambil kutatap wajahnya.Ibu Emma agak merah pudar entah apa yang membawa keberanianku semakin membludak dan entah kapan mulainya aku mulai memegang tangannya. Kuajak dia duduk di tepi tempat tidurku. Cup… dengan begitu lembutnya aku merasa kelembutan bibir itu. “Enak aja, emangnya nafsu itu ngenal usia gitu”, katanya. “Aku juga enak Emma”, kataku. Dengan sekali dorong lagi sudah terasa licin. Tepat saat itu aku ngomongin tentang perempuan yang sudah lama nggak merasakan hubungan dengan lain jenisnya.“Apa masih ada gitu keinginannya untuk itu?”




















