“Pak saya marah nih, lepasin gak, bapak kan sudah punya istri, saya hitung sampai tiga,” wajah Farah kelihatannya BT, matanya menatap tajam si dokter yang tersenyum mesum. Bokep “Satu…” suster itu mulai menghitung namun orang itu malah makin kurang ajar, dan tangannya makin nakal menggerayangi paha yang indah itu, “dua…!” suaranya makin serius.Entah mengapa suster itu tidak langsung beranjak pergi atau berteriak saja ketika dilecehkan seperti itu. Tak lama kemudian terdengar bunyi lain di lorong itu, sebuah suara orang melangkah, suara itu makin mendekat sehingga mengundang perhatian dokter itu.“Siapa tuh ya, malem-malem ke sini?” tanya dokter Yoga dalam hati.




















