“Jadi saya sudah boleh keluar?” tanyaku. Film Porno Akhirnya namaku dipanggil juga.“Hanny K**** (edited) dipersilakan masuk ke dalam.”
Aku pun masuk ke dalam dan disambut oleh seorang pria bertubuh agak gemuk. Dengan sengaja tangan Adolf menyentil puting susuku sebelah kanan sehingga membuatku meringis kesakitan. Aku menjadi risih pada pandangan matanya. Aku masuk ke dalam. Nafasku ikut memburu kala tangan Adolf mulai merayap ke selangkanganku, meraba-raba pahaku dari pangkal sampai lutut. Semua pelamar yang sudah dites keluar lewat pintu lain. “Kamu memang benar-benar cantik, Hanny”, kata Adolf sambil mencium tengkukku sementara tangannya masih terus merambah kedua bukit yang membusung di dadaku.Tiba-tiba dengan kasar, Adolf mendorongku, sehingga aku jatuh tertelentang di sofa. “Kenalkan aku Adolf, direktur sekaligus pemilik agensi ini.




















