Aku masih menebar pandangan lagi jangan-jangan ada yang lebih bagus terlewat dari penelitianku.“Sama saya aja Mas, nanti ‘dibody’ sebelum main, mau karaoke juga boleh,” kata pengawalku tiba-tiba. Bokeb Tak itu saja. Dia “berselancar” di atas tubuhku. “Servicenya apa aja?” akhirnya aku nanya ke Si Besar, tapi mataku masih ke ruangan. Tak apalah, ini kan kedatangan pertama, hitung-hitung “belajar”. Kedua buah dadanya diusap-usapkan (dengan tekanan) ke dadaku. “Terus?”
“Pokoknya Mas ditanggung puas.”
Iya puas, tapi “You aren’t my type” kataku, dalam hati tentu saja. Begitulah berulang-ulang sampai akhirnya dia melakukan blow job seperti adegan oral sex di film biru. Buah dada kanannya nyaris sempurna, bulat, besar, dengan puting coklat yang kecil. Untung saja baru kemarin Aku “keluar”.




















