“Aku mau balas dendam di sana..”, katanya.“Serius lu bro?”, tanyaku.“Hehehe, akan ku ledakkan kota Tokyo…”, jawabnya dengan wajah serius.Aku benar-benar tak menduga ide jahatnya itu.“Malam ini, kita pesta dulu bro… Kalau aku dah ke sana, kita ga bisa pesta kayak gini lagi.Zenit mengajakku berpesta miras lagi di luar, soalnya di sini sudah cukup ramai, tidak enak sama pelanggan yang lain. Playbokep Cita-citanya untuk membalaskan dendamnya akan segera tersalurkan. Lalu dia mulai bercerita. Minoru mengerti, dia juga ingin cepat-cepat menyudahi semua ini.Hanya dalam beberapa menit, Minoru berhasil memainkan kontolku dengan tangan dan mulutnya hingga aku berejakulasi. “Nih sorot bro, biar nanti lu bisa nonton…”, kata Zenit sambil memberikanku handycam.Minoru hampir telanjang, semua pakaian pelapis luar sudah tertanggal, hingga tersisa hanya celana dalam hitam dan bra hitamnya.Aku terus menyorotinya




















