Aku pikir itu mungkin milik temannya. Apa yang terjadi?” “Penyebabnya kamu! Bokeb Aku terpaku memandangnya mengayunkan bongkahan pantatnya yang indah, kepalanya menggantung ke bawah dan sekujur tubuhnya bermandikan keringat mengisyaratkan pada lelaki ini agar memberinya lebih lagi.Air mata mengaburkan pandanganku dan kedua kakiku seakan direkat pada lantai membuatku tak bisa beranjak dari sana dan menyaksikan keseluruhan peristiwa ini. Aku menginginkan lebih dari itu dan Budi memberinya.” “Aku dapat memberimu lebih Erni, Aku akan memaafkanmu jika kamu menghentikan semua kegilaan ini. “Kamu boleh berkata sesukamu, aku tidak peduli. Memberinya apa yang seharusnya hanya untukku. Kubuka pintu depan, sengaja aku tak mengeluarkan suara untuk mengejutkannya.Di ruang tengah tak kujumpai siapa pun, lalu aku melangkah ke dapur, tapi tetap tak ada seorang pun kutemui.




















