“Mari sini, biar aku pangku,” kata Gimun. Bokep Mama Di saat mau naik ke sudut kampung, aku melihat Gimun turun dari hulu membawa rantang. Mereka adalah tetanggaku. Tapi kenapa Gimun turun pula dari dangau dan mengendap-endap mendapatkan ibunya? Sampai akhirnya, aku melihat keduanya berhenti beroyang. Aku melihat ke sekeliling. Benar saja. Kubiarkan mereka beberapa saat. Aku jelas melihat Tini memeluk tengkuk Gimun. Nampaknya mereka sangat buru-buru. Gantian mereka jaga burung. Pentilnya masih kecil. Gimun berjalan tenang dan aku membuntutinya dengan mataku dari kejauhan. Pentilnya masih kecil. Ada apa? Aku melihat Tini membuka celana dalamnya. Pangilan kecil itu, membuatku menoleh. Nampaknya mereka sangat buru-buru.




















