Bibirnya berbisik-bisik tak karuan. Aku terkejut saat melihat ada air mata di situ. Bokep Barat Ia menghentakkan kepalanya ke belakang. Wanita itu. Terhenti karena aku tak ingin melakukan kesalahan apapun. Tubuhnya lalu bergerak ke kiri dalam ayunan yang lembut. Aku tak tahu apa yang ada di pikirannya-dan di pikiranku juga. Ia menatap mataku. “Kamu bisa menikmatinya, selama kau mau,” kudengar ia berkata. Dan ianya begitu luar biasa, begitu menantang kelaki-lakianku, membuat darahku mengalir lebih cepat dan lebih cepat. Aku mengambil tempat satu sekat kursi dari tempat ia duduk. “Tak apa-apa. “Pilihan yang bagus,” ucapku tersenyum. Kupikir akulah si keledai dungu itu, yang mengaku sudah pernah bercinta, ternyata seperti anak kecil di atas tempat tidur.




















