Gimun berjalan tenang dan aku membuntutinya dengan mataku dari kejauhan. Bokep Tante Tubuh hitam terbakar matahari itu, bergoyang-goyang. Lalu aku ingin tahu apa yang mereka perbuat. Tini naik ke pangkuan Gimun yang bersandar id pohon besar yang ada cekungannya, hingga mereka seperti tersembunyi. Saat aku duduk di sela-sela batu menyiapkan pancingku serta umpan, aku melihat sepasang anak mengendapendap di pematang sawah di ketinggian. Yah…kita-kita dua kali bola pimpong. Pasti mereka sudah sering melakukannya, karean tidak ada lagi rasa sakit yang terasa dari TIni. Tapi kuancam, aku akan melaporkan semua kejadian itu kepda masyarakat desa, biar diusir saja dari desa. Akhirnya ibu Gimun diam dan membiarkanku merabai tubuhnya.




















