Di dalam mobil, dalam perjalanan, kuteruskan perbincanganku mengenai job description seorang resepsionis di kantorku. Bokeb Setidaknya itulah pikiranku yang sudah diseliputi hawa nafsu melihat kemolekan tubuh muda Dian.Sambil berbincang, mataku terus mengagumi buah dadanya yang tampak sekal menggiurkan itu. Kuturunkan Dian dipinggir jalan sambil kuberi uang untuk ongkos taksi.“Terimakasih ya Pak Robert” katanya ketika dia turun dari mobilku. Tangannya tampak semakin keras meremas sprei ranjang kamar. Begitu indah pemandangan itu. Memang cuma ada Noni resepsionis di kantorku, sehingga aku merasa perlu untuk menambah satu lagi. Dian tampak menyadari aku menatap dadanya, dan dia tampak tersipu malu sambil berusaha menutup celah T-shirtnya.Sehabis makan malam, aku tawarkan untuk mengantarnya pulang.




















