Ia memutar kursiku hingga kami kini berhadapan. Film Porno “Nggak apa-apa, Sar.., Aku senang melihat kamu dengan kaca mata itu.., seksi sekali!” Katanya sambil mengedipkan mata kiri. Aku seorang blasteran Sunda-Chinese.Rambutku pendek seleher. Boleh aku masuk?”. “Oh, seru dong? Aku menahan diri untuk tidak melihat ke arah rambut-rambut di dadanya.“Sar, kamu nggak panas pakai blazer di ruang kaya gini?” Tanyanya dengan nada yang terkesan wajar, meski mungkin saja tujuannya nakal. Setuju!” Candanya dengan nada seperti orang sedang rapat kampung. “Sar.., badan kamu indah sekali.., luar biasa.., cantik sekali”. Ketika aku membuka pintu, aku melihat seorang pria sedang mengambil air di dispenser itu. Ruangan itu kecil sekali, sekitar 3×3 meter, tidak berjendela, sehingga terkesan seperti dikurung dalam sebuah kotak korek api, dan AC-nya tidak begitu dingin.




















