Aku tersadar ketika dering telepon memecah lamunanku, terdengar suara captain Frank di sana, “Kamu ikut pulang nggak?”
“Lima menit lagi capt”, kataku kosong.Setelah berpakaian lengkap, aku turun ke lobby, ternyata mereka berempat telah menungguku check out. Dengan anggukan halus kulepas tatapan mata Lina saat keluar dari pintu kamarku. Bokep Mom Telepon berdering, ternyata co-pil dari pesawat lain yang ternyata temanku, juga nge-RON (Rest Over Night) di tempat yang sama. Tanganku tak bisa kugerakkan dengan leluasa karena kedua tangan Lina mencengkeramnya bagai sedang memperkosa.“Ssst…, jangan bergerak dulu..”, begitu bisiknya. Tergoda juga sih.., but prinsip is prinsip.Kini Yuni di depan mataku, tinggal sontok dan tanpa tawar lagi namun keberuntungan masih di pihakku. Dengan cepat kusambut leher jenjangnya, putih dan harum. Kini tampak jelas kini lubang vaginanya yang telah menganga, menahan rindu.













