Keluar.. Bokep thai Ugi juga mau ke sana mau main banyak teman. Aku dan Pipit menggelinjang, menegang, daan.. Nanti kalau ada apa-apa gimana..” aku menimpalinya.Begitu seterusnya aku ngobrol sebentar lalu pamit undur diri. Uhh”-nya Pipit mempercepat proses penggoyangan aku kegelian. Hingga akhirnya secara tak disengaja aku kenal seorang pelanggan yang biasa menggunakan jasa angkutan barang pasar yang kebetulan aku yang mengemudikannya. Wajahnya biasa saja, agak mirip Bu Murni, tapi kulitnya putih dan semampai pula. Aku antar dia mengambil surat-surat TKW-nya. Benar saja dengan “Ahh.. sudah jauh-jauh balik lagi kan mubazir.. Pipit.. Belum sampai aku menstater mobil pickupku, Bu Murni sambil berlari kecil ke arahku..“Eh dik Wahyu, tunggu dulu katanya Pipit mau ikut sampai terminal bis.




















