Masih ada esok. Ya sekarang..!” pintanya penuh manja.Tetapi mendadak bunyi telepon di ruang depan berdering. Bokep Colmek Agar kejadian kemarin terulang. Apakah suaraku mengganggu ketenangan mereka?“Pelan-pelan suaranya kan bisa Dek,” sang supir menggerutu sambil memberikan kembalian.Aq membalik arah lalu berjalan cepat, penuh semangat. Aq bisa dapatkan ia, wanita setengah baya yg meleleh keringatnya di angkot karena kepanasan. Ah bodoh. Atau jangan-jangan ia tdk masuk ke salon ini, hanya pura-pura masuk. Keras sekali. Kalau kini aq berani pasti karena dadanya terbuka, pasti karena peluhnya yg membasahi leher, pasti karena aq terlalu terbuai lamunan. Ke bawah lagi: Turun. Kantorku tak lama lagi keliatan di kelokan depan, kurang lebih 200m lagi.




















