Tempat kostku telah kusulap menjadi studio dadakan. Bokeb Rasanya aku tidak sanggup lagi untuk hanya motretin, namanya juga bukan profesional.“Tahan posisinya ya Lia..!” aku menghampiri Lia lagi yang masih dalam posisi menungging. Doi kecewa, karena saat film-nya kuproses (tentu saja kuproses di kamar gelap sendiri, karena aku tidak berani untuk ke lab foto, takut beredar diluar kontrolku), dari lima rol, dua rol gagal. deh. Pencahayaannya berantakan. Aku dan Ivan saling memandang penuh arti. Kemudian menyelip ke celah kemaluannya. Doi memang mengaku menyesal dipotretin bugil begitu. Pose demi pose yang dilakukan Lia sungguh apetizing, membuatku terangsang, mungkin si Ivan juga yang dari tadi pasif sekaran sibuk mengamati.Setelah satu rol habis, aku menghampiri Lia, Lia memandangiku sambil tersenyum manis. lu kurang ajar banget deh..!” katanya sambil berusaha melepaskan dekapan




















