“Wah,” kataku, “aku tak bisa dansa.”
Ia mengangkat tubuhnya dan tersenyum. Bokep Sub Indo Aku terpesona. Asal jangan tiga kali menginjak kakiku.”
“Mungkin lebih.”
“Ayolah. Terhenti karena aku tak ingin melakukan kesalahan apapun. “Dingin kalau bisa.”
Saat aku kembali dengan dua gelas air dingin, kulihat ia sudah membuat dirinya nyaman di ujung sofa L. Hanya sebuah nama, yang dimiliki berjuta-juta orang. Ia masih menatapku tanpa berkata apapun. Aku sudah tidak perjaka. Kurasakan jemari tangannya yang lain meraih tanganku. Wajahku memanas. Kini keinginanku menjadi kenyataan. Tuduhan semacam itu tidak kusukai. Ia menoleh, alisnya berkerut saat memandangku. Air dingin membuatku terasa lebih segar. Rasa lemon bercampur aroma wewangiannya. Tuduhan semacam itu tidak kusukai. Kutepis lengannya. Nafasku tercekat saat ia melepas baju putih tipisnya.




















