Tubuh kami berpelukan tanpa celah, dadanya yang montok menyentuh dadaku, tubuhnya yang bahenol ini kini menjadi milikku sementara. Bokep arab viral “Nanti Anti byr deh biaya ojeknya…”, sambungnya.Pikir-pikir boleh juga, lagian kampusnya satu arah ke kios kami. Sesekali kugesekkan jariku di selangkangannya walaupun masih tertutup oleh celana dal`mnya. Aku bingung harus bagaimana, lalu Syamsul cuma nyeletuk,
“Din… Din… Emang lu mau nombokin dulu?…”, membuat aku tidak enak hati, masa aku harus biarkan gadis ini tidak bisa membawa kendaraannya?“Ya sudah, saya tinggalkan KTP dulu, nanti pulang kuliah, saya singgah lagi. Aku pun pasrah menunggu balasan sms-nya yang kian tak kunjung tiba. “Diingat tuh, tar bangkrut kita kalau dihutangin terus…”, kata Syamsul menyindirku. “Kalau yang biasa cuma dua puluh lima ribu, yang bagus tiga puluh lima ribu…”, jawabku.




















