Tiba-tiba saja Pak Toyo sudah ada di dalam rumah. Ibuku blasteran, ayahnya belanda dan Ibu Sunda. Bokep Montok Jijik rasanya aku terhadap tubuhku sendiri. “Iya Pak, ambil beberapa barang dagangan”, jawabku biasa-biasa saja. Selain itu, sejak muda ibu memang cantik. Entah apa yang membuat ada sedikit perasaan senang di dalam hatiku. “Kalau kamu berteriak, semua tetangga akan berdatangan dan ibumu akan sangat malu”, katanya dengan suara serak. “Ya Tuhan, ampunilah segala dosa-dosaku” ratapku seorang diri.Baru sore menjelang magrib aku pulang. Kecurigaanku terbukti ketika pada suatu hari. Ibu tidak curiga dan sama sekali tidak mengira kelau kepergian suaminya sebenarnya tidak ke kantor, melainkan kembali ke kios untuk nemperkosaku.Waktu itu sudah pukul sepuluh malam dan kios sudah lama aku tutup.




















