Mmm, ya ginilah, sahutnya pendek. Terpikir olehku, bagaimana rasanya.Seharian si Tanti duduk di depanku, ia nyaris tak bersuara. Video bokeb Gini. Suaranya yang rendah itu dihematnya untuk bicara soal pekerjaan saja. Ia menggeleng dan merebahkan tubuh ke dadaku. Tinggal Tanti dan aku yang masih bertahan. Aku mandi dulu.Hilang sudah Anita yang hangat dan merajuk manja. Aku sempat kelabakan juga untuk mengimbanginya. Jeda sesaat itu ternyata justru mengobarkan klimaks yang tertunda karena cakaran Tanti. Jansen yang menunjukkan mejanya, persis di seberang mejaku. Ia bekerja dengan efisiensi ala bule yang memang diingini Mr. Senior Art Designer! tolaknya. Sombong amat! Suaranya yang rendah itu dihematnya untuk bicara soal pekerjaan saja. kataku. Pukul 09:30, briefing di mulai. Tanti mulai terengahengah lagi. Dingin, diam, tanpa basabasi. Ia menatapku tenang. Aku mandi dulu.Hilang sudah




















