Suara yang kukenal, itu kan suara yang meminta aku menutup kaca angkot. Ah an, aku dipermainkan seperti anak bayi. Bokep Arab ” ujar wanita tadi dari jauh, lalu pergi ke balik ruangan ke meja depan ketika dia menerima kedatanganku. Aku tahu di mana ruangannya. Kali ini dengan telapak tangan. Garis setrikaannya masih terlihat. Ciut. Fera datang. Dia tidak membalas tapi lebih ramah. Dia tidak bercerita apa-apa. “ Halo..! Keras sekali. Dari perut turun ke selangkangan. Kejantananku melemah. Lalu pijitan turun ke bawah. “ Besok saja Sayang..! Aku kira aku sudah terlambat untuk bisa satu angkot dengannya. Dia hanya mengelus tanpa tenaga. ” katanya melenguh. Aku menanti dengan debaran jantung yang membuncah-buncah. Dari iramanya bukan sedang berjalan. Dari perut turun ke selangkangan.




















