Aku pun sempat putus asa sampai kemudian memutuskan untuk mengubur dalam-dalam obsesiku yang terlalu tinggi itu.Tapi tetap saja aku tak bisa melupakannya begitu saja! Saat itu aku sedang duduk di sofa ruang tengah.“Tidak om!” sahutku dengan agak gugup.“Om punya tawaran bagus untuk kamu, barangkali saja kamu berminat!”Om James mengeluarkan sebuah map dari dalam kopernya. Bokep SMA Aku benar-benar tak mengerti apa maksud om James, tapi aku tak berani bertanya macam-macam, menunggu sampai ia yang menjelaskannya sendiri.“Begini, teman om yang bekerja di model agency sedang mencari model untuk iklan pembersih muka. Maunya om tawarin sama keponakan om yang di Kemang, tapi begitu om lihat Dik Andy, Om langsung berubah pikiran. Kalau menarik, memang iya! Apalagi melihat figur Om James yang kebapakan itu yang membuatku makin menyukainya, sebab sejak kecil




















