Aq jelas mendengarnya dari sini.Kembali ruangan sepi. Bokep Arab Ia membersihkan punggungku dengan handuk hangat. Aq menggelepar.“Sst..! Aq menyesal mengutuk ibu ketika pergi. Ayo. Apa yg aq harus bilang, lho tadi kedip-kedipin mata, maksudnya apa?Mendadak jari tanganku dingin semua. Sengaja kuperlihatkan agar ia dapat melihatnya. Garis setrikaannya masih terlihat. Apakah perlu menhitung kancing. Aq masih termangu. Atau jangan-jangan ia juga disuruh ibunya bayar arisan. Ini kesempatan kedua. Aq lupa kelamaan menghitung kancing. Tapi saya gerah.” meloncat begitu saja kata-kata itu.Aq belum pernah berani bicara begini, di angkot dengan seorang wanita, separuh baya lagi. Apakah perlu menhitung kancing. Daripada suntuk diam dirumah, tadi malam aq menyeleseaikan kerjaan yg masih menumpuk.




















