“Maaf, Ray.”
“Hanya maaf?” Gertakku sambil mengguncang kerah bajunya. Saat itu aku sedang melakukan pendekatan dengan Chie. Sex Bokep Namun yang kutemukan bukanlah pancaran liar dan haus yang biasa kurasakan saat-saat kami masih bersama. Kuparkir mobilku di depan pekarangan rumahnya. Betapa aku menikmati ketakjuban perasaan yang dibawanya. “Kenapa tidak terus, Ray?”
“Aku… aku akan membiarkanmu dalam dosa-dosamu.”Kulangkahkan kakiku meninggalkannya. “Jay, Chie menyuruhku ke sini. “Ray, masih ingat kamu pernah berkata bahwa kamu hanya mau berhubungan seksual dengan gadis yang bukan perawan,” Chie tertawa kecil. Sial benar. Yah, aku sudah merasa cukup senang dengan kehidupanku sekarang tanpa harus terbebani kuliah seperti orang-orang kebanyakan yang lebih memuja akademik daripada skill.“Halo?”
“Ray?”
“Oh, Chie. Ah, memang teman lebih berharga daripada pacar. Sehingga aku, entah bagaimana, terpancing untuk datang ke rumah Jay demi menuntut penjelasan.




















