“Aku juga cinta kamu wan, dan aku bingung”, katanya.“Aku juga bingung mbak” Kami berciuman lagi. Bokep arab viral Ia jatuh ke sofa, aku lalu mengikutinya. “Oh wan…wan…mbak keluar lagi”, mbak Intan mencengkram punggungku. Mbak Intan masih di pelukanku. Kami mirip sepasang suami istri, mbak Intan rasanya nggak menolak ketika tangannya aku gandeng.Mungkin karena barang bawaannya banyak.Di mobil pun kami diam. Mbak Intan mengangkat paha kirinya ke pinggangku, aku menahannya dengan tangan kananku. Paginya, mbak Intan selesai menyiapkan sarapan. Aku juga tidak termasuk dalam kategori pria yang pandai, tapi banyak juga yang memanggil aku kutu buku,
Saat kelulusan, saya juga masuk kuliah di satu diantara perguruan tinggi di Malang. Terpaksa nanti aku minta ortu kalau lagi butuh buat kuliah.




















