Paling tidak aku harus menunggu 2 hari lagi, jadwal senam Tante berikutnya, atau menunggu sampai Tante “bersih”.Malamnya, terkantuk-kantuk aku menunggu Oom Ton dan Tante masuk kamar. Vidio Porno Sabar aja ya, yang…” Aduh, pusing juga aku, keinginan sudah sampai ke kepala. Ah, mana mungkin. Tiba-tiba pintu kamar Tante terbuka. Guncangan tadi menunjukkan “eksistensi” kemolekkan buah dadanya! Paling tidak aku harus menunggu 2 hari lagi, jadwal senam Tante berikutnya, atau menunggu sampai Tante “bersih”.Malamnya, terkantuk-kantuk aku menunggu Oom Ton dan Tante masuk kamar. Berdesir darahku. Luar biasa nikmatnya. Sejurus kemudian kami diam, masih berpelukan, Tante belum mencabut. hheehh.. Bukan karena Si Mar yang (menurutku) bersedia dijamah tubuhnya. Ia duduk di pinggiran meja membuka kaki, aku ‘masuk’ sambil tetap berdiri. ?Dua bulan lagi saya 16 tahun, Oom.?




















