Kesal sekali rasanya, sudah belajar sampai larut malam, sampai di sini harus kembali lagi hari Minggu, huh! Bokeb Desah nafasnya mendengus-dengus seperti kuda liar, sementara goyangan pinggulnya pun semakin cepat dan kasar. Sudah hampir setengah jam ia bertahan. Itupun sudah terasa penuh. “Makanya, aku takut nanti di raport merah, mata kuliah dia kan penting!, tauk nih, bentar ya aku masuk dulu!”. Hangat dan sedikit gatal menggelitik.Bagian bawah tubuhku itu terasa benar-benar banjir, basah kuyub. Tapi masa bodohlah.Berkali-kali kuusap keringat yang membasahi dahiku. Namun entah mengapa aku justru berlari masuk ke sebuah kamar tidur. “Ibu sedang pergi dengan anak-anak ke rumah neneknya!”, sahut pak Hr ramah. “Saya Winda…!”. Persetan dengan tubuhku yang masih telanjang bulat.Pak Hr kemudian bangkit berdiri, ia menyulut sebatang rokok. Walaupun sudah berumur tapi masih




















