Gila sih ini, parah banget akunya! Jika beneran harus dibunuh sekarang aku bahkan rela, karena pasti aku bakal orgasme dengan kenikmatan tak terhingga saat nyawaku diambil.Tengah malam itu aku kemudian keluar kamar, aku mencari pak Jun. Bokep STW Mulut tertutup lakban dan tangan terikat tergantung ke atas. Go! Tangannya yang besar dan kasar meraba-raba tubuhku, dari ujung kaki terus naik hingga ke paha. Sedangkan Pak Jun kemudian memasukkan sebuah selang ke dalam mulutku.Aku dicekoki berliter-liter air yang tidak habis-habisanya dari selang sampai aku muntah-muntah. Aku ingin menunjukkan kalau aku menikmati siksaan yang mereka berikan.Akhirnya aku merasa lega. Sepertinya sedari tadi aku hanya berputar-putar!“Tolong… biarkan saya pergi!!” ucapku memohon.“Maaf Mita sayang… saya gak bisa membiarkan kamu pergi dari sini… Sekarang kamunya tenang dulu… ” tiba-tiba pak Jun membekap mulutku




















