Saat sadar Ujang hanya bisa menangis karena seluruh badannya terasa sakit terutama lubang pantatnya yang saat dipegang olehnya masih ada darah yang mengalir. Bokep Indo Ujang yang biasa tidur di salah satu kios pasar, setelah sibuk ngamen diperempatan jalan pasar “X”. Selang beberapa saat kemudian nafasnya mulai memburu dan badannya mulai menegang, gerakan badannya bertambah kasar sesekali dia menjambak rambut Ujang dan sesekali mencengkram pundak Ujang sampai akhirnya matanya terpejam, badannya menegang dan pantatnya menekan ke pantat Ujang dengan kasar berkali-kali. Keringat mulai mengucur dari badan mereka terutama Ujang yang wajahnya kian pucat menahan sakit. “Mak tologin Ujang mak, sakit” Ujang meratap sendiri dan suaranya hampir tidak terdengar, pandangan mata Ujang mulai gelap.




















