Juur saja aku baru kali ini ngobrol lama dengan seorang gadis, keringatku tak henti-hentinya keluar bercucuran pertanda gugup.“Kamu kepanasan ya?” tanya Vita.“Gak kog” jawabku gugup.“Tapi kamu kog keringatan”“Hehehe…”Tak berapa lama masuk lagi seorang pelanggan dan aku kembali melayaninya sampai selesai. Bokep Meskipun umurnya tak lagi muda.“Oya Fajar aku mau pergi sebentar, kamu tolong jaga dan awasi toko ini ya..”“Tapi nyonya saya kan baru saja mulai bekerja”“Taka pa, nanti biar kamu ditemani putriku”“Baiklah nyonya” jawabku tersenyum.Kemudian nyonya Vena pun memanggil putrinya“Vita…” teriak nyonya Vena. Begitu sampai kamarnya kami berciuman kembali dan tanganku kembali meremas toketnya. Akupun menghampiriya dan tersenyum padanya diapun membalasa senyumanku.“Permisi nyonya, aku mau melamar pekerjaan” kataku langsung membuka percakapan.“Iya siapa namamu, kebetulan pegawai kami baru saja keluar, baiklah kamu boleh kerja disini”“Fajar Bianto, panggil saja











