Habis itu kami bernyanyi riuh rendah. Tapi sekarang kondisi yg aku hadapi begitu berbeda. Bokep mama Saat itu harganya 98 ribu untuk enam jam. Habis memarkir mobil, Peter memimpin kami ke dlm (soalnya dia telah sering ke sini). Mereka masuk dan berkenalan dengan kami.Aku sih tak memperhatikan nama mereka, yg penting saat itu adalah rok pendek tanpa stocking (hihi…). Terlihat Diah berjalan menuju lobby dan merokok di sofa yg terletak dekat pintu masuk.“Hai… ngapain disini?” tanya aku.Diah menatap tajam ke aku.“Panas di dlm… mau cari udara seger,” jawab dia.Habis itu aku memancing dia dengan pertanyaan-pertanyaan seputar dia, tapi jawaban dia hanya singkat-singkat saja, aku memutar otak.“Boleh memperhatikan telapak tangan ente?” tanya aku, akhirnya aku memutuskan untuk mengeluarkan ilmu ramalan aku.“Mau ngapain?” tanya dia cuek.“Mau memperhatikan nasib ente…” jawab




















