“Nah…, karena kamu sudah menyelesaikan PR-mu, aku kasih hadiah” kata Kak Agun. Aku hanya bisa diam dan menikmati. Sex Bokep Saat itu Kak Agun memelukku dan menghiburku,
“Sudahlah Alit jangan menangis, hadiah ini akan menjadi kenang-kenangan buat kamu. Kemudian aku diangkat dan aku sempat kaget!“Kak Agun…, kuat juga”. Dia hanya tersenyum dan membopongku ke kamarku. Walaupun aku merasa biasa-biasa saja (Tapi dalam hati bangga lho.., he.., he..)Aku punya body bongsor dengan kulit putih bersih. Hanya CD saja yang masih terpasang rapi. Sebenarnya aku dilahirkan menjadi anak yang beruntung. Tangan Kak Agun menelusup ke CD-ku.Aku menjerit, “Jangan…, jangan…”, aku berusaha menarik diri.




















